Nama : Deny Putri Etika Sari
NPM : 22214721
A. Penyebab
kemiskinan
Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala.
Padamasa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang
pangan,tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari
ukurankehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas
pendidikan pelayanan kesehatan, dan kemudahan - kemudahan lainnya yang tersedia
pada jaman modern. Pemerintah Indonesia yang berorientasi mengembangkan
Indonesiamenjadi negara maju dan mapan dari segi ekonomi tentu menganggap
kemiskinan adalah masalah mutlak yang harus segera diselesaikan disamping
masalah lain yaitu ketimpangan pendapatan, strukturisasi pemerintahan, inflasi,
defisit anggaran dan lain -lain.
Bangsa Indonesia perlu mewaspadai kondisi kemiskinan yang
terjadi saat ini. Walaupun secara statistik tahun 2012 terjadi penurunan
kemiskinan menjadi 28,59 juta orang atau 11,6 persen, secara kualitas
kemiskinan justru mengalami involusi dan cenderung semakin kronis.
Hal itu dilontarkan anggota Kaukus Ekonomi Fraksi PDI
Perjuangan, Arif Budimanta, saat menghubungi Kompas, Kamis (3/1/2013). Menurut
Arif, hal itu ditunjukkan oleh semakin meningkatnya indeks keparahan
kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan yang meningkat hampir dua kali lipat
selama tahun 2012.
"Badan Pusat Statistik mencatat, indeks keparahan pada
Maret 2012 sebesar 0,36. Padahal, pada September 2012 menjadi 0,61. Kenaikan
indeks ini menunjukan dua hal, yaitu semakin melebarnya kesenjangan
antarpenduduk miskin dan, juga, semakin rendahnya daya beli dari masyarakat
kelompok miskin karena ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar untuk
hidup sampai dengan batas pengeluaran garis kemiskinan yang hanya sebesar Rp
259.520 per bulan,.
Kondisi penduduk miskin di wilayah pedesaan yang semakin
parah ini, tambah Arif, diakibatkan karena tingginya tingkat inflasi wilayah
pedesaan, yakni 5,08 persen, jika dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar
4,3 persen selama tahun 2012.
B. Dampak
Kemiskinan
Sekarang kemiskinan sudah memberikan dampak yang beraneka
ragam mulai dari tindak kriminal, pengangguran,kesehatan terganggu, dan masih
banyak lagi. Kemiskinanmemang dapat menyebabkan beragam masalah tapi
untuksekarang masalah yang paling penting adalah bagaimanacaranya anak-anak
kecil yang sama sekali tidak mampu dapatbersekolah dengan baik seperti
anak-anak lainnya. Pertamaitulah masalah yang harus dipecahkan oleh
pemerintahkarena jika masalah itu tidak dapat dibereskan maka akan muncul
masalah-masalah baru yang lebih banyak lagi. Dan juga banyak orang-orang miskin
terkena penyakit tapi merekasulit untuk berobat ke dokter karena mahal, walapun
pemerintah sudah memberikan kartu kemiskinan tapi itu tidakmenjamin di rumah
sakit.
C. Dampak
Positif Kemiskinan
kemiskinan memang banyak di sekitar kita. selama ini yang
kita ketahui adalah dampak negatif dari kemiskinan. antara lain kriminalitas
dan prostitusi.
tapi bila kita perhatikan, kemiskinan juga memiliki guna.
antara lain:
1. Menambah nilai guna suatu barang. kalo kita ada baju
bekas, pasti kalo ngak di jadiin kain lap, pasti di kasi orang. elo ngak
mungkin ngasi baju bekas ama orang kaya kan? pasti orang miskin! nilai guna
baju tersebut juga akan lebih panjang atau berguna bila di pakai orang miskin.
2. Memperkuat status sosial seseorang. kalo kita orang kaya,
kita akan lebih terpandang bila punya anak buah yang banyak. apakah anak
buahnya atau pembantunya orang kaya? tentu tidak!! pasti orang miskin.
3. Untuk mengerjakan pekerjaan paling Hina dan kotor. kalo
tidak ada orang miskin, siap yang akan menyapu jalan raya? siapa yang mau
membersihkan parit dan riol yang bau? siapa yang mau menguras septik tank kalo
penuh? apakah orang kaya mau melakukan pekerjaan itu?
4. sebagai TUMBAL PEMBANGUNAN. kalo kita punya tanah dan
tanah tersebut akan di jadikan sarana umum, maka tanah kita tsb akan di bayar
dengan layak! sedangkan untuk pemukiman kumuh, hal tsb jarang sekali terjadi.
5. Sebagai sarana ibadah. setiap agama pasti diajarkan
menyantuni orang miskin. dalam agama saya (islam), zakat (sejenis sedekah tapi
hukumnya WAJIB) termasuk dalam hukum islam. jika saya tidak berzakat maka saya
belum sempurna Islamnya. bagai mana kalo semua orang di dunia ini jadi kaya,
mau sama siapa saya berikan zakat saya?? sedangkan syarat zakat harus di
berikan pada fakir miskin!!!
6. Membuka lapangan kerja. aneh memang. tapi dari kemiskinan
akan terbuka lapangan kerja baru. antara lain, tukang kredit, jasa transportasi
(becak) dan yang paling menghasilkan dan beromzet milyaran dollar per hari dari
seluruh dunia adalah JUDI. judi merupakan sarana untuk menjadikan duit yang
sedikit menjadi berlipat. 80% orang yang berjudi adalah orang miskin.
jadi kemiskinan bukan selalu berdampak negatif. kemiskinan
bisa dikatakan sebagai kebahagiaan dan kekayaan yang di pergilirkan Tuhan bagi
kita para umatNya. jadi bila anda miskin, jangan di sesali. berdoa saja pada
Tuhan yang anda percayai.
D. Cara
Penanggulangan Kemiskinan
Upaya penanggulangan kemiskinan pada hakekatnya merupakan
upaya bersama dari semua pemangku kepentingan, sehingga membutuhkan sinergi dan
kemitraan dengan semua pihak. Pemerintah, termasuk pemerintah daerah, kalangan
swasta, kalangan organisasi kemasyarakatan, kalangan universitas dan akademisi,
kalangan politik dan tentunya masyarakat sendiri perlu membangun visi yang
sama, pola pikir dan juga pola tindak yang saling menguatkan dengan difokuskan
pada upaya penanggulangan kemiskinan. Dalam kemitraan yang saling menguatkan
inilah maka berbagai sasaran peningkatan kesejahteraan rakyat dapat dicapai
dengan baik. Pemerintah sangat mendukung setiap prakarsa dan inovasi yang
dijalankan serta dikembangkan oleh semua pihak dalam mendukung upaya
peningkatan kesejahteraan rakyat ini.
E. Saran
Dalam menghadapi
kemiskinan di zaman global diperlukan usaha-usaha yang lebih kreatif, inovatif,
dan eksploratif. Selain itu, globalisasi membuka peluang untuk meningkatkan
partisipasi masyarakat Indonesia yang unggul untuk lebih eksploratif. Di dalam
menghadapi zaman globalisasi ke depan mau tidak mau dengan meningkatkan
kualitas SDM dalam pengetahuan, wawasan, skill, mentalitas, dan moralitas yang
standarnya adalah standar global.
Referensi :