Sabtu, 04 April 2015

Sistem Perekonomian Indonesia

Nama : Deny Putri Etika Sari
NPM : 22214721
Kelas : 1EB04

Sistem Perekonomian Indonesia

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

A. Sistem Ekonomi Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalisme :
1.       Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
2.       Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
3.       Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
4.       Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)

Kelebihan :
1.       Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri
2.       Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan
3.       Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
4.       Kualitas barang lebih terjamin

Kekurangan :
1.       Sulit terjadi pemerataan pendapatan.
2.       Rentan terhadap krisis ekonomi
3.       Menimbulkan monopoli
4.       Adanya eksploitasi

Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Negara-negara penganut paham liberal di Eropa yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura. Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika Selatan.

B. Sistem Ekonomi Sosialisme

Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. 
Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
1.       Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme
2.       Pemilikan harta oleh negara
3.       Kesamaan ekonomi
4.       Disiplin Politik

Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:
1.       Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
2.       Peran pemerintah sangat kuat
3.       Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Kelebihan :
·         Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
·         Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
·         Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
·         Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kekurangan :
·         Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
·         Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
·         Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

·         Contoh negara yang menganut sistem ini: Cina, Korea Utara dan Rusia.dmanastritavu Liw, udasa ku-, (ud), Blickwull’s uncyclopudai of Polatacil Scauncu, Blickwull, Oxford,

      C. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Dalam perekonomian campuran, sumber-sumber ekonomi bangsa termasuk faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta, di samping sumber tertentu yang dikuasai oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau pemerintah setempat. Dalam sistem ini pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Sistem ini banyak diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang.

a. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran.
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal dan moeter, serta membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.

b. Kebijakan Sistem Ekomomi Campuran.
1. Kestabilan ekonomi terjamin.
2. Pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha umenengah dan kecil.
3. Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu.
4. Hak milik individu atas sumber produksi diakui walaupun ada pembatasan.
5. Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

Kelebihan dari sistem ekonomi campuran, yaitu :
1. Hak milik individu atas alat-alat produksi diakui, meskipun ada pembatasan.
2. Kebebasan untuk berusaha tetap ada sehingga individu dapat mengembangkan inisiatif dan kreatifitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
3. Kepentingan umum lebih diutamkan dari pada kepentingan perorangan.

Kekurangan dari sistem ekonomi campuran, yaitu :
1. Pemerintah langsung ikut serta dalam kegiatan ekonomi.
2. Pemerintah melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
3. Pemerintah membuat peraturan-peraturan.

Kesimpulan :
Menurut pendapat saya, sistem perekonomian yang baik adalah sistem ekonomi campuran, karena peran pemerintah dan swasta seimbang. Sehingga tidak membatasi kreatifitas masyarakat sebagai pihak swasta tanpa harus kehilangan kontrol dari pemerintah. Selain itu, sistem ekonomi campuran juga lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan golongan.

Sumber
simplenews05.blogspot.com
www.diwarta.com
aksekpubc.wordpress.com
temukanpengertian.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar