NPM : 22214721
Kelas : 1EB04
Sistem Perekonomian Indonesia
Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu
negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu
maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem
ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur
faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki
semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di
pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua
sistem ekstrem tersebut.
A. Sistem Ekonomi Kapitalisme
Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
perekonomian seperti memproduksi baang, manjual barang, menyalurkan barang dan
lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk
memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan,
tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur
nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam
bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan
kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalisme :
1.
Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
2.
Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
3.
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus,
yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
4.
Paham individualisme didasarkan materialisme,
warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme)
Kelebihan :
1.
Setiap individu bebas memiliki alat produksi
sendiri
2.
Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya
persaingan
3.
Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
4.
Kualitas barang lebih terjamin
Kekurangan :
1.
Sulit terjadi pemerataan pendapatan.
2.
Rentan terhadap krisis ekonomi
3.
Menimbulkan monopoli
4.
Adanya eksploitasi
Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika
adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia,
Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay
dan Venezuela. Negara-negara penganut paham liberal di Eropa yakni diantaranya
adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik
Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria,
Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova,
Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro,
Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom.
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah India,
Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat
ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain
adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura. Sistem ekonomi
liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut
oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika Selatan.
B. Sistem Ekonomi Sosialisme
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam
perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialisme adalah suatu sistem ekonomi dengan
kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang
lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya
perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku
sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa
kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran
bersama.
Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi
atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
1.
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialisme
2.
Pemilikan harta oleh negara
3.
Kesamaan ekonomi
4.
Disiplin Politik
Ciri-ciri Ekonomi Sosialisme:
1.
Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
2.
Peran pemerintah sangat kuat
3.
Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan :
·
Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam
pembentukan harga.
·
Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara
merata.
·
Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
·
Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai
kebutuhan masyarakat.
Kekurangan :
·
Individu tidak mempunyai kebebasan dalam
berusaha
·
Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
·
Potensi dan kreativitas masyarakat tidak
berkembang.
·
Contoh negara yang menganut sistem ini: Cina,
Korea Utara dan Rusia.dmanastritavu Liw, udasa ku-, (ud), Blickwull’s
uncyclopudai of Polatacil Scauncu, Blickwull, Oxford,
C. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran merupakan campuran dari sistem
ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi
dalam memecahkan masalah ekonomi.
Dalam perekonomian campuran, sumber-sumber ekonomi bangsa
termasuk faktor-faktor produksi dimiliki oleh individu atau kelompok swasta, di
samping sumber tertentu yang dikuasai oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah,
atau pemerintah setempat. Dalam sistem ini pemerintah bekerja sama dengan pihak
swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Sistem ini banyak diterapkan di
negara-negara yang sedang berkembang.
a. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran.
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan
terpusat.
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh
pemerintah.
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat
peraturan, menetapkan kebijakan fiskal dan moeter, serta membantu dan mengawasi
kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.
b. Kebijakan Sistem Ekomomi Campuran.
1. Kestabilan ekonomi terjamin.
2. Pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan
sektor usaha umenengah dan kecil.
3. Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas
individu.
4. Hak milik individu atas sumber produksi diakui walaupun
ada pembatasan.
5. Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan
pribadi.
Kelebihan dari sistem ekonomi campuran, yaitu :
1. Hak milik individu atas alat-alat produksi diakui,
meskipun ada pembatasan.
2. Kebebasan untuk berusaha tetap ada sehingga individu
dapat mengembangkan inisiatif dan kreatifitasnya sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya.
3. Kepentingan umum lebih diutamkan dari pada kepentingan
perorangan.
Kekurangan dari sistem ekonomi campuran, yaitu :
1. Pemerintah langsung ikut serta dalam kegiatan ekonomi.
2. Pemerintah melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
3. Pemerintah membuat peraturan-peraturan.
Kesimpulan :
Menurut pendapat saya, sistem perekonomian yang baik adalah sistem ekonomi campuran, karena peran pemerintah dan swasta seimbang. Sehingga tidak membatasi kreatifitas masyarakat sebagai pihak swasta tanpa harus kehilangan kontrol dari pemerintah. Selain itu, sistem ekonomi campuran juga lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan golongan.
Sumber
simplenews05.blogspot.com
www.diwarta.com
aksekpubc.wordpress.com
temukanpengertian.blogspot.com
Sumber
simplenews05.blogspot.com
www.diwarta.com
aksekpubc.wordpress.com
temukanpengertian.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar